Emas Digital vs Emas Fisik: Mana yang Lebih Menguntungkan?
"Perbandingan lengkap investasi emas digital dan emas fisik untuk investor Indonesia dari sudut pandang personal."
Sejak kecil, saya selalu melihat kakek menyimpan koin emas di brankas kecil. Baginya, emas adalah simbol keamanan yang sudah teruji ribuan tahun. Saya pun tumbuh dengan pemikiran yang sama.
Tapi ketika saya mencoba beli emas fisik sendiri, baru sadar betapa ribetnya prosesnya.
(Disclaimer: Saya berbagi pengalaman dan riset pribadi. Ini bukan saran investasi. Selalu lakukan riset mandiri sebelum berinvestasi.)
Masalah dengan Emas Fisik
Saya ingat pertama kali ke toko emas untuk beli logam mulia. Prosesnya membuat saya frustasi. Spread beli-jual mencapai 8%. Harga beli dan jual beda jauh sekali.
Lalu ada masalah penyimpanan. Simpan di rumah takut dicuri. Sewa safe deposit box di bank? Biaya tambahan lagi. Dan kalau mau jual, harus cari pembeli lagi.
Belum lagi masalah nominal. Dengan modal Rp 500.000, saya nggak bisa beli emas batangan. Harus beli perhiasan yang harganya sudah dipotong oleh biaya pembuatan.
Lalu Saya Kenal Emas Digital

Saat itu saya skeptis. Bagaimana bisa “punya” emas tapi nggak bisa pegang? Tapi setelah pelajari, konsepnya ternyata sederhana.
Emas digital adalah kepemilikan emas fisik yang dicatat secara elektronik. Emas aslinya disimpan di brankas profesional. Saya cuma pegang bukti kepemilikannya di aplikasi.
Yang bikin saya tertarik? Bisa mulai dari Rp 10.000. Nggak perlu keluar ratusan ribu untuk mulai investasi.
Keuntungan Emas Digital yang Saya Rasakan
Pertama, likuiditas tinggi. Saya bisa jual emas kapan saja, 24/7. Dana langsung masuk rekening. Nggak perlu cari toko atau tawar-menawar.
Kedua, biaya lebih rendah. Spread biasanya 2-4%, jauh di bawah emas fisik yang bisa 5-10%. Untuk investor jangka panjang, beda ini sangat signifikan.
Ketiga, transparansi harga. Harga emas digital mengikuti harga internasional real-time. Nggak ada mark-up aneh seperti di toko emas pinggir jalan.
Keempat, bisa dicetak jadi fisik. Kalau suatu saat saya mau pegang emas asli, tinggal request cetak di platform. Treasury dan Pegadaian menyediakan layanan ini.
Tapi Emas Fisik Tetap Punya Tempat
Jangan salah, saya nggak bilang emas fisik jelek. Ada nilai yang nggak bisa diganti.
Emas fisik bisa dipegang. Bisa dilihat. Nggak bergantung internet atau aplikasi. Kalau mati lampu atau sistem down, emas fisik tetap ada.
Dan untuk banyak orang Indonesia, emas perhiasan punya nilai emosional. Dipakai di hari istimewa, diwariskan ke anak cucu. Emas digital nggak bisa memberikan pengalaman itu.
Mana yang Saya Pilih?
Untuk kebutuhan investasi murni, saya pilih emas digital. Lebih praktis, lebih efisien, dan lebih mudah dikelola.
Tapi untuk keperluan hadiah atau warisan keluarga, emas fisik tetap pilihan. Saya nggak harus pilih satu. Keduanya bisa melengkapi.
Sekarang saya alokasikan 70% emas digital untuk likuiditas, 30% emas fisik untuk kepemilikan nyata.
Platform Emas Digital di Indonesia
Saya sudah coba beberapa platform. Berikut yang menurut saya terpercaya:
Pegadaian Digital BUMN, terpercaya, bisa cetak fisik. Treasury Fitur lengkap, spread kompetitif. Laku Emas Terintegrasi dengan bank besar.
Yang penting: pastikan platform punya lisensi Bappebti atau OJK. Cek juga audit independen untuk cadangan emasnya.
Kesimpulan
Emas digital bukan pengganti emas fisik, tapi pelengkap. Kalau tujuan Anda investasi murni dengan modal terjangkau, emas digital lebih praktis.
Kalau Anda ingin sesuatu yang bisa dipegang dan diwariskan, emas fisik tetap relevan. Yang terpenting: mulai sekarang, konsisten, dan pilih sesuai kebutuhan.
Tanya Jawab
Q: Apakah emas digital aman? A: Pilih platform teregulasi dan diaudit. Emas Anda disimpan di brankas profesional dengan standar keamanan tinggi.
Q: Bagaimana kalau platform bangkrut? A: Emas Anda secara hukum terpisah dari aset perusahaan. Anda masih berhak atas emas yang tercatat atas nama Anda.
Q: Bisakah emas digital dicairkan jadi uang? A: Ya, bisa dijual kapan saja dan dana masuk ke rekening bank Anda.
Referensi
- Pegadaian. (2026). Layanan Emas Digital. https://pegadaian.co.id/
- Treasury. (2026). Cara Kerja Emas Digital. https://treasury.id/
- Bappebti. (2026). Daftar Pedagang Aset Kripto Teregulasi. https://bappebti.go.id/
- World Gold Council. (2026). Gold Demand Trends. https://www.gold.org/